TRADISI TUHAN

 

http://tradisituhan.co.cc/

PEMESANAN BUKU

021-23626164

dermagawacana@yahoo.com

bedez_nety@yahoo.com 

 

Rp. 35.000,00

 

 

Judul: Memahami dan Menyikapi Tradisi Tuhan

Penulis: Ahmad Mesiyyakh

Penerbit: Dermaga Wacana                                                                              

Cetakan: I, Maret 2008

Tebal: 192 Halaman

 

 

Tuhan memiliki tradisi dalam mencipta dan merawat setiap makhluknya di jagat raya ini. Tradisi itu akan berulang dan tetap terjaga serta tidak pernah berubah karakternya sedikitpun. Karena ia berulang dengan porsi karakter yang sama, maka tradisi Tuhan ini dapat dipahami sebagai sebuah hukum yang berlaku bagi alam semesta dan isinya. Menguapnya air jika dipanaskan dalam suhu 100 derajat celcius, hukum gravitasi, tsunami, gempa bumi, dan berbagai gejala alam yang terjadi, semua itu adalah bagian dari tradisi Tuhan. Tradisi Tuhan juga berlaku pada komunitas manusia. Adanya kematian dan kelahiran, adanya perbuatan baik dan jahat, tumbuh dan hilangnya sebuah kekuasaan, serta naik turunnya peradaban manusia adalah sebuah fenomena yang sesungguhnya dapat dipahami sebagai tradisi Tuhan yang terus terjadi secara simultan.

 

Penciptaan dan perkembangan dalam alam adalah sebangun dengan dinamika peradaban manusia. Ada pelajaran yang Tuhan ingin sampaikan kepada manusia; bahwa jika ingin membangun sebuah komunitas yang solid maka tirulah bagaimana alam semesta senantiasa mencapai titik keseimbangan.

Menurut bahasa Arab, tradisi tuhan ini dikenal dengan kata Sunnatullah yang berasal dari kata Sunnah dan Allah. Sunnatullah adalah hukum Allah yang berproses pada alam dan kehidupan manusia yang bersifat pasti dan berlangsung sepanjang masa tanpa perubahan atau penyimpangan.

 

Pada kehidupan manusia, Tuhan memiliki karakter untuk menghidupkan dan mematikan sebuah peradaban. Ada kalanya sebuah peradaban itu berjaya hingga mencapai titik keemasannya, dan ada pula saatnya peradaban itu terpuruk menuju kehancuran. Tradisi Tuhan ini sering dilalaikan oleh komunitas yang peradabannya dahulu pernah mencapai kejayaan. Adanya arogansi antara umat agama semit yaitu Yahudi, Nasrani dan Muslim, dikarenakan kurang memahami jalannya tradisi Tuhan. Padahal sesungguhnya ketiga kaum itu diikat oleh satu visi dan misi yang diemban oleh para pendahulunya; yakni memurnikan pengabdian hanya kepada Tuhan saja.

 

Agama-agama tadi jika ditelusuri berasal dari satu sumber yang populer yaitu Abraham atau Ibrahim sebagai founding father nya. Ia banyak disebut dan dipuji dalam kitab-kitab suci baik Taurat, Injil dan Alquran sebagai bapak/pemimpin dari banyak orang. Pada jaman Abraham, umat binaannya tidak bergolong-golongan, tetapi mengusung kesatuan visi dan misi untuk mengabdi kepada sang Pencipta. Ia sering disebut dengan Yahweh oleh kaum Yahudi, El oleh kaum Nasrani, dan Allah oleh kaum Muslim. Perbedaan penyebutan disebabkan karena perbedaan dialek diantara rumpun semit tadi. Tetapi umat yang dahulu dipimpin oleh Abraham hanya mengenal satu konsep pengabdian (monoteistik) dan tidak terpecah-pecah.

 

Abraham memiliki 2 anak yakni Ismael dan Ishak. Ismael sebagai anak pertama ditugasi Abraham untuk menyebarkan konsep monotheis terpisah dari saudaranya Ishak. Sedangkan Ishak sebagai anak kedua memiliki tugas untuk mendapatkan Tanah Perjanjian yang dahulu dijanjikan oleh Tuhan kepada Abraham, yaitu Kanaan atau Palestina. Tanah Perjanjian itu didapat melalui kepemimpinan Yoshua sebagai panglima tentara bani Israil rintisan Musa. Semenjak itu kepemimpinan dunia dipegang oleh Ishak melalui keturunannya bani Israil yang bertebaran dari mulai daerah Yericho, Hebron, Libanon, Araba-Yordania, Gaza, sebelah timur laut Arab (Laut Asin), dan Negeri Palestina. Maka menurut kitab suci, tanah Palestina itu sebenarnya Tuhan peruntukan bagi bani Israil pimpinan nabi Musa yang dahulu terusir dari Mesir oleh raja Fir’aun. Hingga bani Israil dapat berjaya selama 7 abad.

 

Ada dua kali bani Israil mendapatkan kesempatan untuk memegang mandat kepemimpinan dunia; Yaitu pada jaman Musa melalui tangan Yoshua, dan untuk kedua kalinya melalui tangan Yesus. Deskripsi kemenangan Yesus sangat jelas dinyatakan dalam Taurat dan Injil; bahwa Yesus sebagai utusan Nya berhasil menegakkan kembali bangunan Tuhan secara faktual sebagaimana jaman Musa dan Yoshua. Keberhasilan ini juga dinyatakan dengan tegas dalam Alquran sebagai kitab suci penerus dari Taurat, Mazmur (Zabur) dan Injil. Karena memang ada hubungan antara kitab suci-kitab suci tadi yang dijadikan sebagai pegangan oleh para utusan Nya. Ternyata ketika Yerussalem tegak, keturunan bani Ismael dilibatkan dalam dinamika kejayaan bangunan Tuhan yang dipimpin oleh bani Israil. Mereka saling bekerjasama dalam berbagai bidang untuk memperteguh karakter Tuhan pada komunitas manusia. Dengan kerjasama itu maka tercapailah perdamaian dunia menuju kepada satu visi dan misi pengabdian kepada Tuhan.

 

Hingga ada saatnya mandat itu dicabut dan dilimpahkan kepada keturunan Ismael dengan pelopornya yakni Muhammad. Dan ketika bani Ismael mendapat mandat untuk memimpin dunia, mereka juga merangkul bani Israil sebagai elemen penting dalam bangunan Tuhan. Maka perdamaian dunia dapat terwujud kembali sebagaimana pada jaman Musa dan Yesus. Karena perdamaian dunia hanya bisa dicapai apabila kedua keturunan Abraham ini bersatu dan saling bekerjasama, bukan mengedepankan kesombongan sektarian yang akan berujung kepada kerusakan dan kenistaan.

 

Bagaimana kisah bangunan Tuhan yang diperjuangkan oleh keturunan Ismael selanjutnya? Apakah hingga hari ini masih memimpin dunia? Bagaimana dengan kenyataan tertindasnya mereka dikancah perpolitikan dunia?

Buku ini mengajak pembaca untuk memahami dan menyikapi tradisi Tuhan, sehingga dapat mencerdasi bagaimana sikap yang harus diambil agar perdamaian dunia dapat terwujud kembali. Dan menurut tradisi Nya bangunan Tuhan akan kembali tegak dalam waktu dekat ini, karena tradisi Tuhan terus bergulir hingga detik ini.

mmt

Published in: on May 7, 2008 at 6:16 am  Comments (7)  
Tags: ,

The URI to TrackBack this entry is: http://dermagawacana.wordpress.com/2008/05/07/tradisi-tuhan/trackback/

RSS feed for comments on this post.

7 CommentsLeave a comment

  1. Saya sudah membeli dan membacanya.

    Edan rek!!! ilmu baru nih kayaknya yah.
    om penerbit, Saya mau dong kenalan sama pengarangnya, lulusan mana sih dia?
    Saya pingin wawancara buat koran saya boleh?

  2. Wah menurut Alquran jelas tidak ada menyebutkan tradisi2an Tuhan. Nabi Muhamad SAW adalah nabi yang terakhir dan tidak ada lagi nabi setelahnya. Kalau memang buku ini arahnya adalah kepada siapa yang akan menjadi atau menerima mandat kepemimpinan dunia. Ajarannya adalah untuk sepanjang jaman sampai ke akhir jaman. Hati-hati dengan dasar pemikiran apapun yang berdasarkan logika yang akhirnya akan mengarah kepada suatu dasar pemikiran kesesatan kepada umat Islam. Logika yang di ciptakan seolah-olah bahwa logika itu benar dan hebat,masuk akal yang mana sebagian dari orang-orang yang tidak mempunyai dasar keimanan yang kuat akan beranggapan bahwa logika tersebut adalah sah dan benar. menurut saya tanpa perlu membaca bukunya, sinopsis diatas adalah suatu kesimpulan sejarah yang berdasarkan logika yang pada akhirnya menyeret keimanan, keyakinan kita kepada suatu penyimpangan. Sedangkan Nabi Muhammad SAW sudah memperingatkan kepada kita agar berpatokan dan menjadikan Alquran sebagai pegangan hidup sekaligus juga hal-hal sejarah masa lalu dan juga tentang konsep Ketuhanan. Hal-hal pemikiran yang berdasarkan logika manusia yang disimpulkan berdasarkan logika sejarah tidak harus dan tidak boleh dijadikan suatu pegangan terhadap keyakinan dan keimanan kita.
    Alquran sudah jelas berbicara tentang apa yang perlu diketahui dan apa yang akan terjadi pada peradaban dunia dimasa lalu dan masa yang akan datang. Ingat Nabi Muhammad sudah mengatakan pada jaman Beliau bahwa dunia sudah senja yang berarti memang dunia sudah mendekati Hari Kiamat dan pada saat menjelang terjadinya akan bermunculan prajurit2 Dajal yang akan menggunakan seluruh balatentara manusia dan pengikutnya yang lain untuk menyesatkan kita dari Islam dan Alquran. Segala tipu daya di hembuskan kepada umat manusia sehingga manusia terpedaya dan beranggapan bahwa pemikiran-pemikiran yang berdasarkan logika adalah sesuatu yang baru dan membawa kepada perdamaian dunia padahal skenario itu adalah milik Allah SWT, yang jelas tercantum di dalam Alquran tidak akan ada nabi lagi selain Nabi besar kita Muhammad SAW dan setelah peradaban itu semua diharapkan berpatokan kepada Alquran dan Hadist supaya selamat pada dan hingga akhir jaman dan Hari pembalasan. Dan tidak berbicara tentang perdamaian dunia di peradaban masa depan dibawah suatu pimpinan nabi yang lain lagi. Sungguh tidak pantas rasanya kita berbicara tentang Tradisi Tuhan seolah-olah kita dapat mengantisipasi kehendak Tuhan berdasarkan Tradisi Tuhan dan mengarahkan pemikiran kita kepada sesuatu yang baru untuk dapat diterima secara logika yang kita tidak tahu bahwa itu sebenarnya kesesatan. Yang perlu kita tahu adalah Sifat-sifat Tuhan untuk meng-Agungkan Tuhan dan mengharap keridhoan-Nya. Memang dunia sudah tua dan mendekati akhir Jaman dan akhir jaman tersebut tidak harus diakhiri dengan perdamaian dunia atau peperangan, kekacauan sehingga diperlukan seorang yang menerima mandat kepemimpinan dunia karena itu adalah Kehendak Tuhan nantinya dan menjadi rahasia Tuhan waktunya. Yang jelas semua juga tahu bahwa Dajal dan Imam Mahdi akan muncul di akhir jaman. Dajal dan para pengikutnya sudah ada jelas tanda-tanda kemunculanya (aliran sesat, nabi2 palsu, dll), dunia sudah menunjukan ciri-ciri akhir jaman (Gempa, Tsunami, penyakit baru, bencana2 lainya, dll). Pertanda akhir jaman sudah dekat dan akan menjadi sangat tipis antara iman islam dan kesesatan hingga bahkan seseorang itu tidak tahu bahwa mereka sudah sesat apabila tidak berpegang kepada hanya Alquran dan hadist.

  3. comment buat mas andre:..lho mas bukannya semua kejadian sampai hari ini pun sudah tertulis dalam Al Quran…jadi apa fungsi dari Al Quran?pedoman,petunjuk dan rahmat bagi manusia yang meyakini,apa mungkin Alloh akan mempersulit manusia dalam menjadikan Al Quran sebagai pedoman dan petunjuk?jika akhir jaman diartikan hancurnya semesta,berarti dulu pernah kiamat dong mas?yuk pahami lagi Al Qurannya..

  4. Comment buat mas taufik hidayat said… Anda pasti grombolan para malaikat yah hehehehe…
    saya hanya bisa tertawa.. apa jadinya dunia ini klo seluruh manusia yang ada di bumi ini jadi malaikat???
    saya setuju dengan mas andre said!!!

  5. Comment buat mas Taufik Hidayat Said….. Mas Taufik Hidayat pasti grombolan para malaikat yahhh hehehehehehe…
    grombolan basi.. banyak mimpi… udah lah… ntar ga kuat mikirnya.. hehehehe..
    orang2 yang kasihan… ckckckckckck

  6. Umumnya umat muslim mengetahui nama ayahnya rasul adalah “ABDULLAH” mengapa di buku tersebut menggunakan “ABDILLAH” ? referensi dari mana, “ABDU” yang artinya hamba berubah menjadi “ABDI”?

  7. Hahahahahahahahahaha……
    Orang2 Seperti Andre Said lah yang Bakal jadi temen Mbah Syetan ampe akhir jaman nanti….
    Ayo andre Said teruskan perjuanganmu…
    Karena Buku2 seperti ini adalah utk Mengusir syetaN…
    Kita sebagai Kaum syetan dan CaLon penghuni neraka
    Harus menentang Buku ini..
    Selamat Berjuang wahai andre said…
    Mbah Syetan sangat suka SyetaN Seperti kamu
    Pinter, dan tau sdikit2 ttg ALQURAN
    Hahahahahahahaahha

    Salam SyetaN….

    Go 2 the HeLL YeeaaaaaHHH

    ~mBAH SyetaN~


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.